![]() |
| Sumber: canva.com |
Jika harus mengingat-ngingat apa gerangan yang membuatku menjadi seorang pemikir hingga mampu merangkai kata dengan kertas dan pena, maka ingatanku berjalan mundur hingga belasan tahun yang lalu. Saat aku masih duduk di bangku SD kelas empat dan guruku memberikan tugas untuk menulis pengalaman pribadi, aku begitu menikmati proses tersebut. Waktu itu aku mampu menulis sesuai target yang telah ditetapkan, yakni satu halaman full dengan jeda satu baris di setiap tulisannya. Kala itu aku belum menyadari bakat dan minatku ada pada kegiatan menulis.
Menginjak SMP, aku punya impian untuk dapat menulis sebuah novel. Tak tanggung-tanggung, waktu itu aku mampu menulis penuh di buku pembukuan besar yang biasa dipakai orang-orang akuntansi. Aku begitu niat sampai aku melakukan sejumlah survey dan wawancara kepada teman-temanku mengenai alur cerita yang menarik menurut pendapa mereka. Namun, sayangnya cerita tersebut tidak pernah terselesaikan hingg kini dan hanya memenuhi lemari bukuku.
Tapi, satu hal yang aku pahami, dari situ aku mulai sadar bahwa aku memiliki hobi menulis dan membaca. Ya, aku suka membaca. Dari kecil aku sudah dibiasakan oleh ibuku untuk membaca buku. Walaupun di zaman itu buku-bukuku hanya terbatas pada buku pelajaran sekolah saja, tapi aku tetap suka membaca. Dengan membaca aku bisa memiliki pengetahuan yang luas dan tentu saja menguasai materi yang telah dijelaskan guru di sekolah. Alhamdulillah, kebiasaanku membaca buku mampu menghantarkanku menjadi bintang kelas beberapa kali. Tentu saja orangtuaku begitu bangga akan prestasiku.
Di waktu kelas 8, aku juga pernah mengikuti eksfrakurikuler story telling. Salah satu kegiatan yang biasa dilakukan di ekskul tersebut adalah membaca teks cerita atau dongeng berbahasa inggris. Aku sangat senang mengikuti ekskul tersebut, karena menurutku ini sesuai dengan passionku.
Pada waktu SMA, aku tertarik mengikuti ekskul KIR (Karya Ilmiah Remaja). Aku tahu bahwa di dalam ekskul tersebut tentu banyak kegiatan menulisnya. Hal menarik lainnya dari ekskul ini adalah terdapat kegiatan outbond yang kelihatannya menyenangkan. Tapi sayangnya, aku tidak mengikuti ekskul tersebut karena pada waktu pendaftaran, kulihat tidak ada siswa baru yang tertarik pada ekskul ini. Alhasil aku hanya mengikuti satu ekskul, yakni pecinta alam. Singkat cerita aku hanya bertahan selama satu tahun pada kegiatan ini.
Menginjak kuliah, aku berusaha memahami apa yang benar-benar aku inginkan dan aku butuhkan. Lalu aku mencoba mencocokkan passionku dengan jurusan yang ada di kampus tujuanku. Dan hasilnya, aku memilih jurusan Ilmu perpustakaan dan informasi Islam.
Di jurusan ini aku banyak mempelajari literasi. Hal ini menjadikanku banyak tahu tentang pentingnya minat baca tulis. Literasi juga mampu menghantarkan kita untuk berdaya dan berguna.
Sejak itu, aku sangat antusias melakukan kegiatan membaca dan menulis. Pada umumnya aku menyukai segala jenis bacaan. Aku suka berita, cerpen, novel, puisi, sejarah, sosial dan sebagainya. Hal ini membuatku menjadi semakin semangat untuk menulis. Sebab, membaca tulisan orang lain secara tidak langsung juga memberi dorongan agar aku juga mampu menghasilkan tulisan yang dapat dibaca oleh orang lain, sama seperti mereka.

terus berkarya 👍😁
ReplyDelete