PONDOK ILMU : Terobosan Baru Giatkan Literasi Melalui Alam


Kediri, 22 November 2018. Dunia literasi di Indonesia masih mengalami keterpurukan. Hal ini disebabkan karena rendahnya minat baca dan terbatasnya akses informasi pada daerah-daerah terpencil di Indonesia. Namun, perlahan mulai muncul pembaharuan-pembaharuan dari masyarakat yang sadar akan pentingnya literasi bagi masa depan bangsa. Salah satunya Hilman, seorang pemuda yang mendirikan perpustakaan  berkonsep alam di ujung Kota Makassar. Perpustakaan ini dinamainya sebagai "Pondok Ilmu."
"Konsepnya Alam (Wisata Buku), jadi saya siapkan lokasi yang sedikit luas dan sedikit menyerupai hutan, tapi tetap rapi. Cuma sekarang belum selesai dikarenakan terkendala didana." ujar Hilman.
 Latar belakang hadirnya Pondok Ilmu di tengah masyarakat adalah merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh  Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) tahun 2016 yang menyebutkan bahwa Indonesia berada diurutan 60 dari 61 negara dalam hal minat baca. Sementara itu, berdasarkan penelitian Human Development Index (HDI) yang dikeluarkan oleh UNDP untuk melek huruf pada tahun 2009 menempatkan Indonesia pada posisi 111 dari 173 negara. Hal ini terus memburuk yang sebelunya pada tahun 2002 Indonesia berada pada posisi 110.
Tingkat kemampuan literasi yang minim inilah yang mendorong hilman untuk menjadi aktivis literasi. Mantan mahasiswa UNISMUH Makassar ini mencoba menyatukan literasi dengan hobinya, yaitu mendaki.
"Terkadang juga saya ngelapak digunung-gunung biar pendaki-pendaki juga sadar dengan literasi. Termasuk untuk menarik pengunjung saya juga promosikan buku-buku saya dengan latar alam, biar sedikit keren dan konsepnya mengena." imbuhnya.
Perpustakaan desa merupakan hal yang sangat diperlukan bagi anak desa untuk memenuhi asupan pengetahuan luas mereka. Namun sayangnya, kurang dari 50% desa belum memiliki perpustakaan desa. Oleh sebab itu pembangunan Perpustakaan "PONDOK ILMU" bisa menjadi solusi untuk menumbuhkan gerakan gemar membaca didaerah pedesaan, khususnya bagi anak pedesaan di Desa Mamampang Kecamatan Tombolopao kabupaten Gowa. (DH

Comments