Jatuh Bangun Menekuni Dunia Tulis Menulis


Kediri, 18 November 2018. Menekuni dunia tulis menulis bukan suatu perkara yang mudah.  Ada banyak rintangan yang harus dihadapi ketika seseorang telah memutuskan untuk menjadi seorang penulis. Seperti halnya Eli Wahyuni, wanita yang berprofesi sebagai guru ini mengaku pernah mengalami jatuh bangun dalam menggeluti dunia literasi.
"Saya mulai menulis tahun 2010 sampai 2013, lalu sempat vakum selama 2 tahun karena ada beberapa hambatan..."
Eli berujar bahwa ia sempat putus asa karena sudah mengirimkan naskah novel ke penerbit mayor, namun sering mendapat penolakan. Merasa karya yang ia buat sia-sia, ia memutuskan untuk berhenti sejenak dari dunia literasi.
Wanita yang berdomisili di Malang ini juga mengaku bahwa kendala lain yang ia hadapi yaitu terbatasnya akses informasi tentang literasi. Selain itu, alat komunikasi pada waktu itu juga kurang menunjang kegiatannya dalam hal tulis menulis.
"Saya mulai bangkit menulis lagi tahun 2017. Waktu itu saya pertama kali ikut event kepenulisan yang diadakan oleh FAM Publishing, dan waktu itu juga bergabung di grup Aishiteru Menulis bentukan FAM," jelas Eli.
Sejak itulah ia mulai mendapat banyak info tentang event-event kepenulisan dari teman facebook yang jumlahnya 2000 lebih dan 50 grup literasi. Eli mendapat info event menulis hampir setiap hari hingga saat ini.
"Sejak tahun 2017 hingga 2018 alhamdulillah sudah mengumpulkan 42 piagam penghargaan dan sudah menerbitkan 2 judul buku. Sebentar lagi 1 buku lainnya masih proses launching," jelasnya
Bagi Eli, menulis adalah sebuah panggilan jiwa. Ketika ia mampu menghasilkan sebuah karya, disitulah ada kepuasan tersendiri dimana dirinya menjadi semakin termotivasi untuk terus menghasilkan karya-karya baru. (DHA)

Comments