Jika banyak orang mempersepsikan perpustakaan sebagai bangunan dengan penerangan yang temaram, dinding warna yang kusam, buku berjejer rapi dan kaku di rak berdebu. Itu adalah persepsi orang-orang jaman dulu.
Jika banyak orang mengasumsikan perpustakaan sebagai tempat menakutkan karena suasananya sepi dan membosankan, itu adalah asumsi orang-orang jaman dulu.
Jika banyak orang beranggapan bahwa perpustakaan adalah tempat orang-orang bermasalah dan tempatnya orang-orang buangan, dimana terdapat wajah suram pustakawan yang seolah mengikuti setiap langkah, itu juga anggapan orang-orang jaman dulu.
Ketahuilah, jaman sudah berubah. Begitu juga perpustakaan. Jika dulu perpustakaan sering disepelekan, sekarang perpustakaan amat sangat diperlukan. Tempat yang dipenuhi buku-buku ini telah banyak memperbaiki diri. Kini, orang-orang datang berbondong-bondong untuk memberi gizi pada otak dan nurani. Sebab membaca adalah konsumsi untuk akal dan hati.
Semua ini tidak lepas dari peran perpustakaan yang semakin menggandakan fungsi. Jika dulu perpustakaan dikenal hanya sebatas tempat membaca dan meminjam buku, kini perpustakaan hadir dengan wajah baru. Banyak orang dimanjakan dengan fasilitas dan integritas perpustakaan yang semakin menunjang. Sebab teknologi menjadi partner yang baik dalam melayani pemustaka yang datang. Pustakawan terampil dan terdidik pun semakin melengkapi kenyamanan dan kebutuhan pemustaka yang memerlukan bantuan. Kini tidak ada lagi wajah suram pustakawan, yang ada hanya pustakawan dengan senyum ceria melayani setulus jiwa.
Mungkin belum banyak perpustakaan yang memiliki wajah baru seperti yang dijelaskan tadi. Masih banyak fasilitas yang perlu dbenahi atau malah direnovasi. Faktanya masih banyak pula kualitas perpustakaan yang tertinggal. Hingga kreativitas nampak terpenggal.
Apalagi kualitas dari pustakawan masih patut untuk dipertanyakan. Profesionalitas juga sering diragukan. Apakah pustakawan tersebut benar-benar terampil, atau malah tidak punya skill?
Perpustakaan di era sekarang sudah banyak mengalami kemajuan. Namun tidak sedikit pula yang masih jauh dengan perkembangan. Harusnya semua pihak, entah itu dari pemerintah, swasta maupun masyarakat sudah terbuka wawasannya. Mindset kita tentang perpustakaan sebagai tempat yang suram jangan dibiarkan melekat. Kini, sudah saatnya perpustakaan menjadi tonggak atas cerdasnya masyarakat.
Mungkin itu tugas kita, para calon pustakawan yang sekarang dipersiapkan untuk memajukan peradaban. Saat ini kita sedang dididik untuk menjadi pustakawan yang cerdik. Agar suatu saat kita bisa keluar membawa segudang ilmu yang bermanfaat untuk lingkungan sekitar, terutama demi majunya perpustakaan.
Jika banyak orang mengasumsikan perpustakaan sebagai tempat menakutkan karena suasananya sepi dan membosankan, itu adalah asumsi orang-orang jaman dulu.
Jika banyak orang beranggapan bahwa perpustakaan adalah tempat orang-orang bermasalah dan tempatnya orang-orang buangan, dimana terdapat wajah suram pustakawan yang seolah mengikuti setiap langkah, itu juga anggapan orang-orang jaman dulu.
Ketahuilah, jaman sudah berubah. Begitu juga perpustakaan. Jika dulu perpustakaan sering disepelekan, sekarang perpustakaan amat sangat diperlukan. Tempat yang dipenuhi buku-buku ini telah banyak memperbaiki diri. Kini, orang-orang datang berbondong-bondong untuk memberi gizi pada otak dan nurani. Sebab membaca adalah konsumsi untuk akal dan hati.
Semua ini tidak lepas dari peran perpustakaan yang semakin menggandakan fungsi. Jika dulu perpustakaan dikenal hanya sebatas tempat membaca dan meminjam buku, kini perpustakaan hadir dengan wajah baru. Banyak orang dimanjakan dengan fasilitas dan integritas perpustakaan yang semakin menunjang. Sebab teknologi menjadi partner yang baik dalam melayani pemustaka yang datang. Pustakawan terampil dan terdidik pun semakin melengkapi kenyamanan dan kebutuhan pemustaka yang memerlukan bantuan. Kini tidak ada lagi wajah suram pustakawan, yang ada hanya pustakawan dengan senyum ceria melayani setulus jiwa.
Mungkin belum banyak perpustakaan yang memiliki wajah baru seperti yang dijelaskan tadi. Masih banyak fasilitas yang perlu dbenahi atau malah direnovasi. Faktanya masih banyak pula kualitas perpustakaan yang tertinggal. Hingga kreativitas nampak terpenggal.
Apalagi kualitas dari pustakawan masih patut untuk dipertanyakan. Profesionalitas juga sering diragukan. Apakah pustakawan tersebut benar-benar terampil, atau malah tidak punya skill?
Perpustakaan di era sekarang sudah banyak mengalami kemajuan. Namun tidak sedikit pula yang masih jauh dengan perkembangan. Harusnya semua pihak, entah itu dari pemerintah, swasta maupun masyarakat sudah terbuka wawasannya. Mindset kita tentang perpustakaan sebagai tempat yang suram jangan dibiarkan melekat. Kini, sudah saatnya perpustakaan menjadi tonggak atas cerdasnya masyarakat.
Mungkin itu tugas kita, para calon pustakawan yang sekarang dipersiapkan untuk memajukan peradaban. Saat ini kita sedang dididik untuk menjadi pustakawan yang cerdik. Agar suatu saat kita bisa keluar membawa segudang ilmu yang bermanfaat untuk lingkungan sekitar, terutama demi majunya perpustakaan.
Terimakasih artikelnya sangat membantu 😊dan jangan lupa kunjungi pula yolanda2204.blogspot.com
ReplyDeleteSiap siap :D
Delete