Jelang Pemilu 2019, Hoax Semakin Merajalela

Penyebaran hate speech dan hoax merupakan ancaman yang bergerak halus menyelimuti kehidupan masyarakat. Bagaimana tidak dikatakan halus, karena sangat sulit untuk membedakan apakah berita atau informasi tersebut tergolong hoax atau bukan. Apalagi menjelang pemilu 2019, penyebaran hoax akan sangat marak dengan fitnah-fitnah yang lebih kejih. Umumnya, hoax disebarkan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab untuk menjatuhkan lawan atau rival politiknya. Orang-orang yang biasa menyebarkan isu-isu hoax ini sering disebu haters.

Haters sangat berpotensi untuk mengkonstruksi pandangan atau pemikiran masyarakat mengenai calon presiden dan calon wakil presiden. Mereka mempunyai andil besar dalam mencuci otak masyarakat agar mau memilih calon yang dikehendakinya.

Disini peran pers sangat diperlukan untuk memfilter dan meminimalisir berita atau informasi yang mengandung unsur hoax. Sebab, berita hoax sangat merugikan orang bersangkutan yang diberitakan. Selain itu, hoax juga berpotensi menjadi pemicu perpecahan antar masyarakat yang punya pemikiran berbeda.

Pers harus jadi penyedia informasi yang memberi berita yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, informasi yang disuguhkan harus dapat memberi pencerahan ditengah panasnya sensasi menjelang pemilu 2019 ini. (DHA)

Comments