Kali ini aku mau membahas tentang perkembangan perpustakaan di era millenial. kaum millenial merupakan masyarakat yang mayoritas dari mereka adalah anak-anak muda yang dalam kesehariannya dekat dengan teknologi. Kebanyakan dari mereka berjiwa bebas dan tidak suka aturan yang membatasi ruang gerak. Umumnya mereka suka mengeksplorasi banyak hal untuk menambah pengetahuan. Lalu apa hubungannya kaum millenial dengan perpustakaan?
Pesatnya kemajuan teknologi telah memudahkan kita dalam melakukan berbagai aktifitas, termasuk mengakses informasi dari berbagai penjuru negeri. Mau mencari informasi apapun tinggal mencari di internet dan akan muncul ratusan informasi yang kita perlukan. Dari fenomena yang sering kita temukan dikeseharian ini, ada kekhawatiran yang tersimpan dari dalam hati. Apakah suatu saat kegunaan perpustakaan dapat tergeser dengan semakin majunya teknologi?
Perlu diketahui bahwa paradigma perpustakaan telah mengalami perombakan. Perpustakaan tidak lagi berdiri sebagai bangunan yang menyimpan buku-buku saja, tetapi juga menyimpan segala macam khazanah keilmuan yang mengandung wawasan dan pengetahuan.
Perpustakaan telah mengalami revolusi hingga mampu berkembang seperti sekarang ini. Di dalam sebuah perpustakaan, kita bisa menemukan berbagai ruangan yang tidak hanya memiliki fungsi sebagai tempat membaca saja, akan tetapi mempunyai fungsi lainnya dan menyediakan tempat seperti ruang komputer, ruang audio visual, ruang pertemuan, kantin, kafe dan masih banyak lagi pembaharuan yang ada di perpustakaan. Meskipun tidak semua perpustakaan telah menerapkan gebrakan semacam ini, tetapi telah banyak pihak perpustakaan yang melek teknologi dan sadar akan kebutuhan pengguna yang semakin kompleks. Hingga akhirnya para pustakawan mampu menerapkannya pada perpustakaan yang dikelolanya.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pustakawan agar mampu berpikir kritis dan kreatif serta bertindak out of he box, sehingga perpustakaan tidak akan menjadi momok yang menakutkan lagi bagi masyarakat, terutama kaum millenial. Sebaliknya, perpustakaan dapat semakin dekat dengan masyarakat dan tingkat gemar membaca masyarakat Indonesia dapat semakin tinggi progresnya.
Referensi :
Kalida, Muhsin dan Moh. Mursyid. 2014. Gerakan Literasi Mencerdaskan Negeri. Yogyakarta: Cakruk Publishing
Pesatnya kemajuan teknologi telah memudahkan kita dalam melakukan berbagai aktifitas, termasuk mengakses informasi dari berbagai penjuru negeri. Mau mencari informasi apapun tinggal mencari di internet dan akan muncul ratusan informasi yang kita perlukan. Dari fenomena yang sering kita temukan dikeseharian ini, ada kekhawatiran yang tersimpan dari dalam hati. Apakah suatu saat kegunaan perpustakaan dapat tergeser dengan semakin majunya teknologi?
Perlu diketahui bahwa paradigma perpustakaan telah mengalami perombakan. Perpustakaan tidak lagi berdiri sebagai bangunan yang menyimpan buku-buku saja, tetapi juga menyimpan segala macam khazanah keilmuan yang mengandung wawasan dan pengetahuan.
Perpustakaan telah mengalami revolusi hingga mampu berkembang seperti sekarang ini. Di dalam sebuah perpustakaan, kita bisa menemukan berbagai ruangan yang tidak hanya memiliki fungsi sebagai tempat membaca saja, akan tetapi mempunyai fungsi lainnya dan menyediakan tempat seperti ruang komputer, ruang audio visual, ruang pertemuan, kantin, kafe dan masih banyak lagi pembaharuan yang ada di perpustakaan. Meskipun tidak semua perpustakaan telah menerapkan gebrakan semacam ini, tetapi telah banyak pihak perpustakaan yang melek teknologi dan sadar akan kebutuhan pengguna yang semakin kompleks. Hingga akhirnya para pustakawan mampu menerapkannya pada perpustakaan yang dikelolanya.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pustakawan agar mampu berpikir kritis dan kreatif serta bertindak out of he box, sehingga perpustakaan tidak akan menjadi momok yang menakutkan lagi bagi masyarakat, terutama kaum millenial. Sebaliknya, perpustakaan dapat semakin dekat dengan masyarakat dan tingkat gemar membaca masyarakat Indonesia dapat semakin tinggi progresnya.
Referensi :
Kalida, Muhsin dan Moh. Mursyid. 2014. Gerakan Literasi Mencerdaskan Negeri. Yogyakarta: Cakruk Publishing
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteModern ini perpustakaan dituntut untuk mampu menyamai perkembangan teknologi, bahkan dianjurkan untuk lebih dari teknologi yang berkembang saat ini. Perlu inovasi baru untuk mengembangkan perpustakaan agar lebih dekat dengan masyarakat.
ReplyDeleteSelamat berproses..
Mampu mendekatkan perpustakaan kepada masyarakat adalah harapan setiap pustakawan dan orang-orang yang peduli terhadap kemajuan dunia literasi di negara ini. Itulah mengapa banyak orang berinisiatif mengelola TBM dan perpustakaan keliling. Hal ini tidak lain untuk mendekatkan bahan bacaan pada masyarakat.
DeleteMaka dari itu tugas kita para calon pustakawan hebat harus ikut serta dalam mempromosikan arti penting perpustakaan bagi masyarakat luas dan membuka wawasan mereka serta mengubah cara pandang agar tidak salah menilai apa itu perpustakaan. Karena pada dasarnya perpustakaan kini berbeda jauh dengan perpustakaan zaman dahulu, mungkin dulu perpustakaan diklaim sebagai tempat yang membosankan dan terpencil, akan tetapi kini tidak lagi. Perpustakaan kini telah disulap oleh pustakawan-pustakawan handal menjadi tempat yang menyenangkan, dilengkapi fasilitas yang memadahi, dan juga dapat dijadikan sebagai sarana rekreasi. Ini bertujuan agar mampu meningkatkan daya kunjung pemustaka.
ReplyDeleteSalam Literasi
Pustakawan jaman now harus punya pemikiran yang maju seperti mbak Yolanda ini. Salam literasi kembali :)
Deletesetuju mbak
Delete